Tidak ada kata Terlambat selagi mau berusaha
Pandemi covid-19 masi melanda indonesia dan bahkan dunia,semua masyarakat merasakan dampak dari wabah ini,dan bahkan sampai hari ini.
Kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia pertama kali terdeteksi pada Senin (2/3). Pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo.
Sejak hari itu, jumlah kasus positif Corona semakin bertambah dari hari ke hari. Ada pasien yang meninggal dunia, banyak juga yang dinyatakan negatif dan akhirnya sembuh.
Dengan bertambahnya kasus positif di indonesia membuat para pelaku usaha,guru honorer,pelaku pariwisata,staff hotel dll.
Harus berpikir keras bagaimana caranya untuk tetap mempertahan ekonomi keluarga.
Seperti yang terjadi di labuan bajo pada saat sekarang,banyak pelaku pariwisata,guru honorer,staff hotel yang pekerjaan di tiadakan karena masi meraja lelahnya kasus positif korona ini.mereka mencoba mengambil rezeki dengan menjadi ojek online.
Bagi mereka tidak ada kata gengsi,atau malu,intinya bisa menghasilkam uang dan tidak merugikan orang lain.
Seperti yang di sampaikan oleh salah satu guru honorer yang mensempatkan waktu celahnya untuk menjadi ojek online atau ojol mengatakan:
"Tidak ada kata gensi atau malu,selagi kita terus berusaha dan tidak merugikan orang lain,karena soal urusan dapur dan perut harus terus berjalan"
Selain itu,pelaku pariwisata juga yang mengandalkan pendapatanya dari wisata kini harus membanting stir karena kunjungan wisatawan mancanegara atau lokal yang menurun.kini mereka mencoba memanfaatkan situasi ini dengan menjadi ojek online atau ojol juga.
Menurut salah seorang pemandu selam,yang tidak ingin sebutkan namanya,situasi skarang sangat membuatnya sangat terpuruk.
"Sudah lama saya tidak menyelam gara-gara tamu sepi,san tidak tahu sampai kapan,dan mudahan wabah ini cepat hilang,dan saha bisa menyelam lagi"
Mari kita sama-sama membantu untuk memutuskan rantai wabah virus corona ini dengan selalau jaga jarak,selalu memakai masker,dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir.

Komentar