Poin of view(ovo si burik)

 


 

Belajar bikin POV(Poin Of View)Ovie

Ovie si burik

(*)

Semenjak ibuku tiada … tempat bengkel ayahku di kampung terlihat sepi….

Hingga akhirnya …ku, abangku, dan ayahku bertekad pindah ke kota.

Kami tinggal di sebuah gang yang cukup sempit.sebulan pindah ke kota rasanya bagai setahun.aku tidak tahu apa yang menyebabkan mereka sering meledekku….

penampilan seperti ini sangat biasa di desa dulu..

Ovie si dekil.....

Ovie si burik…..

Puluhan ejekan lainnya yang mereka lontarkan tentang diriku untuk dijadikan bahan olokan.ditambah lagi ku selalu di pasangkan dengan alexis si pangeran kodok.

Cie…

Cie…pacarnya ovie…

Nama ovie selalu dijadikan sebagai pacrnya alexis karena kejelekannya.

Alexis selalu memandangku dengan tatapan sinis.karena diriku dia kena sial….kalau aku si tidak keberatan untuk menjadi pacarnya…pria yang memiliki mata minimalis,tmpan serta memiliki lesung pipit.

(**)

 Di rumah Ayahku tidak sempat menyetrika seragam sekolah,juga menyisir rambutku yang kusut.saat diminta  disiririn sama abang ,dia hanya mengarahkanku untuk berdiri di depan cermin untuk menyisir rambutku dari atas sampai bawah dengan rapi.abangku hobinya setiap hari menatap benda pipih yang setiap hari ia pegang untuk menggunakan sebagai game mobile lagend.

Karena penampilan buruk inilah yang menjadi alasan bagi alexis selalu melotot saat aku terus mengekor di belakangnya setiap pulang sekolah. 

Ditambah lagi saat suara ejekan dilontarkn kepada kami.saat aku berjalan didekatnya.

Eh….kamu duluan sana,,, mata minimalisnya dipaksakan untuk melotot

Aku hanya terdiam…

Andai ku tidak takut dari gonggongan anjing itu ,mungkin ku tidak akan membuntutimu dari belakang (balasku dalam hati).

Budeg iya…?dengan nada yang keras.

Aku masih terdiam.

Duluan sana …bentaknya

Aku menggeleng pelan.

Kalau begitu jalannya jauhan…..

Ku merunduk.

Dia kembali berjalan …

Aku tetap mengikuti tidak jauh darinya.

Namun, beberapa langkah aku dibuat kaget olehnya.dia tiba tiba berhenti lalu mendorong bahuku dengan kata kata semangkin kasar.aku semangkin takut atas perlakuannnya.ditambah ancaman  untuk menipuk kalau kuterus mengekor..

 Aku mencoba membuka suara..agar tidak kena tipuk olehnya..

Lex…ku takut lewat  di gang itu ada anjing.kamu kan  biasa mengusir anjing …

dia terdiam mata sipitnya tak lagi melotot.

Begitu seterusnya saat pulang sekolah 

(***)

Memasuki smp …ayahku memperkenalkaan wanita cantik sebagai ibu ku….

Sejak itulkah seragam ku ada yang menyuci, meyetrika dengan rapi …

Awalnya ku mengira mempunyai ibu tiri itu jahat..tapi itu hanyalah prasangkaku terhadap dirinya…ibu tiri ku mengajarkan banyak hal kepadaku….mulai dari menyisir rambutku yang kusam…..serta memberi minyak urang aring agar rambutku tidak berantakan.

Baguskan?tanyanya saat selesai mengucir rambutku seperti ekor kuda.

.

.

Perlahan nama ovie dekil dan ejekan lainnya tentang diriku mulai redup.

(****)

Ketika pulang sekolah …hujan mulai turun membasahi aku dengan alexis…ku berlari mendahului alexis….toh anjingnya sudah terlewati…sesampai di rumah aku langsung mencari payung…

Untuk dibrikan kepadanya...awalnya terlihat ragu….tapi akhirnya dia mengambil payung yang telah kusodorkan padanya

Besok ku kembalikan jawabnya dengan ketus..

.


.

Saat ku duduk di bangku SMA,kini kulitku tak lagi hitam dan  rambutku tak lagi kusam.begitupun kulit di wajahku yang sama sekali tanpa jerawat..ibu selalu mengajaiku untuk luluran setiap sore.ibuku sangat menyayangiku menganggap ku dan abangku sebagai anaknya sendiri.

Ovie yang dulu bukanlah yang sekarang.….. ovie yang burik sekarang menjadi “bunga gang” bunga gang…? iya bunga gang kan kami tidak tinggal di desa

Tak ada lagi tatapan jijik  saat aku  melewati kerumunan anak anak yang dulu sering mengejekku.. justru di malam minggu mereka berlomba lomba datang kerumah…..berharap ku menjadi kekasihnya..

.

.hanya ada seorang pria yang tidak pernah mampir kerumahku ,,,dia adalah alexis si pangeran kodok ..

(*****)

Panas terik membakar kulit.kulihat alexis berjongkok di tepi

Komentar

Postingan Populer